Flat World, Merubah Paradigma Berbisnis Biro Iklan.
May 13th, 2009 Iim-Adhit
ADOI Magazine, May 2009
By: Iim Fahima Jachja
Di milis CCI, terjadi diskusi antara Handoko Hendroyono, Creative Partner One Comm dengan Totot Indrarto, Strategic Planner Director Satu Citra tentang perubahan perilaku konsumen yang (salah satunya) disebabkan oleh kemunculan internet sebagai sebuah medium komunikasi dan teknologi.
Inti diskusi itu adalah: medium dan teknologi pada akhirnya membentuk budaya dan peradaban. Implikasi logis kemunculan internet adalah terciptanya manusia-manusia dengan budaya digital, yaitu orang-orang yang dalam kesehariannya berperilaku digital, bahkan tanpa kehadiran medium atau teknologinya.
Budaya digital adalah budaya global yang membuat dunia kini semakin rata, membuat kekuasaan sepenuhnya berada di tangan konsumen, membuat media terpolarisasi dan sangat cair, serta membuat konteks dan relevansi menjadi hal yang sangat penting. Ketika praktisi periklanan atau komunikasi tidak berhasil mengamati dan menyikapi perubahan ini, serta masih bertahan dengan cara pandang lama, maka bisa dipastikan komunikasinya tidak menjadi solusi yang menyentuh audiens.
Peradaban baru sudah datang. Dalam menghadapinya diperlukan perubahan paradigma berpikir, bersikap dan paradigm berkarya.
***
Bagi saya, seharusnya kesadaran diperlukannya paradigma ini muncul beberapa tahun lalu, bukan sekarang. Diskusi yang dilakukan praktisi periklanan untuk mengkritisi sesama praktisi ini membuat saya tertarik menimpalinya dari angle ‘perubahan paradigma berbisnis biro iklan’.
Posted in Marketing Communication | 3 Comments »